Jumat, 30 September 2011

X-MEN – SCHISM



Mini seri X-Men Schism ini adalah sebuah mini seri yang menceritakan proses terpecahnya Team mutant X-men karena perbedaan prinsip antara Cyclops sebagai pemimpin X-Men dengan Wolverine yangmenjadi pimpinan X-Force. Mini seri ini ditulis oleh Jason Aaron dan illustrasinya dikerjakan oleh Artist veteran Carlos Pachecho.

Kisah diawali ketika Wolverine baru saja tiba setelah bertarung dengan pasukan Ninja dan hal itu terlihat dari berbagai macam senjata tajam yang masih menempel ditubuhnya. Karena merasa sangat lelah, Wolverine mengabaikan tugasnya untuk mengajar Hope dan kawan-kawannya dan berharap untuk bisa tidur selama 3 hari. Namun sebelum sempat Wolverine memejamkan matanya, Cyclops muncul dikamarnya dan meminta Wolverine untuk mengawalnya ke sebuah konferensi Internasional dimana ia diundang sebagai pembicara.


Cyclops diundang untuk menjadi pembicara di sebuah konferensi internasional mengenai pembatasan persenjataan yang dihadiri oleh Negara anggota PBB, kecuali Amerika. Karena sebagai Negara pembuat Sentinel, Amerika tidak tertarik mendengar pidato Cyclops tentang Sentinel. Di Konperensi tersebut Cyclops berusaha untuk berbicara mengenai pembatasan pasukan robot sentinel yang diperkirakan ada di beberapa Negara didunia, dan Wolverine bertindak sebagai bodyguardnya.

Saat Cyclops berdebat dengan beberapa peserta konferensi, tiba-tiba Quentin Quire alias Kid Omega yang mempunyai kemampuan Telepati tingkat tinggi muncul dan mengacaukan jalannya Konperensi. Dengan kekuatannya, Quentin membuat para peserta konferensi membuka rahasia-rahasia terdalam mereka yang tidak diketahui oleh orang lain dihadapan kamera.



Panitia yang melihat keadaan tersebut kemudian mengeluarkan senjata utama mereka, sepasukan sentinel berukuran sekitar 3 meter yang langsung hancur dihantam oleh Cyclops Optic blast dan Cakar adamantium Wolverine. Wolverine yang berniat mengejar Quentin dicegah oleh Cyclops karena Scott berniat segera kembali ke Utopia untuk memantau perkembangan kejadian hari ini.

Sementara itu, ditempat lain, Carlton Killgore, seorang pengusaha Senjata mengungkapkan pendapatnya mengenai peristiwa hari ini. Ketika ia berada dimobil terbangnya, Carlton baru menyadari bahwa anaknya Kade berada dimobilnya sambil menodongkan pistol padanya. Kade ternyata sudah sejak lama bersiasat untuk menguasai perusahaan ayahnya dan kemudian Kade membunuh ayahnya untuk menjadikannya kepala perusahaan sekaligus menjadi Black King dari Hellfire Club yang baru.


Peristiwa di konferensi ternyata memicu rasa ketakutan terhadap para mutant di hampir setiap Negara di dunia, bahkan beberapa Negara mulai mempersenjatai diri mereka dengan Sentinel-sentinel canggih. Ternyata hal ini sudah direncanakan oleh Hellfire Club untuk menyerang para X-Men dengan menggunakan rasa takut manusia pada mutant. Namun ternyata sentinel-sentinel yang berada dibeberapa Negara mulai mengalami malfungsi dan berbalik menjadi senjata makan tuan sehingga menimbulkan kerusakan yang hebat. Cyclops kemudian mengutus para anggota X-Men-nya yang sudah berpengalaman untuk menghadapi para Sentinel yang mengamuk, walaupun hal itu sangat berbahaya karena sentinel adalah senjata yang dibuat untuk membunuh Mutant.


Ketika para anggota X-Men senior berada diluar negeri untuk berhadapan dengan para Sentinel yang mengalami malfungsi, bersamaan itu juga dibuka sebuah musium mengenai Mutant yaitu Museum of Mutant History di San Fransisco sehingga Scott meminta beberapa anggota X_Men untuk hadir disana. Yang menjadi perwakilan dari X-Men dalam perayaan pembukaan adalah Emma Frost, Namor, Magneto, Colossus dan Iceman, sementara beberapa anggota mutant yang muda datang untuk melihat museum tersebut.

Sementara itu Kade Killgore dan para anggota Hellfire lainnya berniat untuk menghancurkan museum tersebut sekaligus menyerang para Mutant yang berada disitu, sebagai pembalasan dendam bahwa selama ini Inner Circle Hellfire Club selalu dikuasai oleh Mutant. Dengan berbekal persenjataan canggih, Kade dan kawanannya berhasil membuat Team Emma Frost terkapar tak berdaya.



Disaat itu, salah satu anggota Team Hope, yaitu Idie yang menguasai Es dan Api, atas dorongan Scott bertindak menyerang anggota Hellfire dengan niatan membunuh. Wolverine berang atas perintah Scott pada Idie, karena ia tidak rela anak-anak muda seperti Idie harus mengalami pengalaman membunuh orang. Scott merasa bahwa semua mutant yang berada di Utopia harus bertempur demi kelangsungan hidup Mutant, sedang Wolverine lebih menganjurkan para Mutant muda untuk melarikan diri dan hidup normal daripada harus mempertaruhkan nyawa mereka. Perbedaan mendasar antara 2 orang Mutant veteran inilah yang nantinya akan membuat X-Men terpecah menjadi 2, disatu sisi memihak Cyclops sementara sisi yang lain memihak Wolverine.

0 komentar:

Poskan Komentar

Rating :