Jumat, 02 Desember 2011

BONE – ROSE


Rose adalah Graphic Novel karya dari Jeff Smith yang juga telah menuliskan kisah Epic Bone. Komik ini menceritakan tentang awal mula terjadinya kisah yang dialami oleh Bone bersaudara. Cerita komik ini ditulis langsung oleh Jeff Smith, sedangkan untuk illustrasinya dikerjakan oleh artis Charles Vess.

Kisah berawal dengan legenda tentang Mim, seekor Ratu naga raksasa yang bertugas untuk menjaga Mimpi. Selama Mim memegang ekornya, maka keseimbangan akan tercapai dan kehidupan berjalan dengan normal. Namun tiba-tiba muncul makhluk yang dinamakan Lord of Locust, yang menguasai menguasai mimpi buruk dan hanya bisa hidup di alam spirit. Lord of Locust hanya bisa muncul di alam nyata apabila ia merasuk ketubuh makhluk nyata, dan ia memilih Mim yang menguasai alam mimpi sebagai Hostnya. Melihat Mim yang menjadi Gila, para naga lain kemudian memeranginya supaya keseimbangan alam tercapai kembali. Setelah korban banyak berjatuhan, akhirnya para naga berhasil membuat Mim menjadi pegunungan dan Lord of Locust terjebak didalamnya.



Kisah beralih ke masa kini, dimana 2 orang putri raja yang bernama Briar dan Rose sedang berlatih meditasi. Rose selalu menjadi tumpuan perhatian dan harapan karena ia mempunyai mata bathin yang disebut dengan Dreamin eyes yang sangat tajam, sementara Putri Briar tidak mempunyai bakat tersebut. Rose adalah seorang Putri yang mempunyai sifat periang dan sangat menyukai alam sekitarnya, sedangkan Putri Briar membenci segala hal dan hampir selalu berwajah muram.

Tiba-tiba raja dan ratu datang ke ruangan meditasi lalu mengabarkan bahwa kedua putri tersebut telah diminta untuk datang ke Old Man’s Cave, markas dari Veny Yan Order, kelompok pendeta kepercayaan yang melandasi kepercayaan kerajaan mereka. Mereka berdua akan menjalani sebuah tes untuk melihat kekuatan Dreamin Eyes.

Dengan dikawal oleh kepala Pengawal kerajaan yang bernama Captain Lucius, kedua putri berangkat diiringi beberapa pendeta Veny yan, pengawal dan sepasang anjing milik Rose yang bernama Euclid dan Cleo. Diperjalanan, Dreaming Eyes milik Rose memperingatkan adanya bahaya yang menghadang mereka. Dengan kesigapan sang Kapten, bahaya yang menghadang berhasil dihindari.



Karena sangat gagah dan Tampan, Kapten Lucius diam-diam sangat disukai oleh kedua putri tersebut, namun dibandingkan dengan Rose yang berani berbicara langsung, Briar malah menggunakan sihir untuk menguasai perasaan Kapten Lucius. Rose yang tidak mengetahui tentang sihir membuatnya kebingungan dan menganggap Lucius lebih mencintai Briar dibandingkan dirinya.

Rasa iri hati dan dengki yang dimiliki oleh Briar semakin parah dan hal tersebut membuatnya jatuh kedalam bujukan Lord of Locust. Bahkan Briar bersedia menjadi anak buah Lord of Locust untuk melepaskan diri dari kutukan dan menguasai alam nyata. Sementara Rose yang awalnya tidak curiga, akhirnya harus berjuang mati-matian menyelamatkan diri dari kakaknya. Namun akhirnya Rose harus memilih antara menyelamatkan kakaknya yang sudah berniat membunuhnya atau membunuh anjing yang telah menyelamatkan dirinya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Rating :